WELCOME

Senin, 09 Februari 2009

DO'A YANG BELUM TERKABUL



Jum'at, 26 Desember 2008 , 08:19:00

Doa merupakan kebutuhan ruhaniyah yang senantiasa diperlukan manusia dalam hidupnya. Anjuran untuk berdoa sangat banyak kita jumpai, baik dalam Al Quran maupun Al Hadis. Dalam Al Quran surah Al Mu’min ayat 60, misalnya Allah SWT berfirman : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu“. Dalam satu riwayat dikemukakan, “Allah SWT sangat murka kepada orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya“ (HR.Ibnu Majah). “Janganlah sampai kalian tidak mampu berdoa, karena dengan doa tidak seorang pun akan binasa“. (HR.Al Hakim)

“Doa merupakan sumber energi dan harapan menuju kebahagiaan. Doa juga menjadi salah satu jalan keluar bagi segala persoalan, sekaligus pintu kesuksesan. Bagi pendosa, doa merupakan tangga pertobatan menuju ampunan Ilahi,” kilah Lailatussifa Muhbib dalam naskahnya berjudul: ‘Doa Anak Kecil‘. “Doa memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Bahkan doa merupakan senjatanya orang beriman. Oleh karena itu, sungguh sayang jika kita tidak memaksimalkan doa-doa“ ( Buku Kedahsyatan Doa oleh Aa Gym ). Dalam Al Baqarah ayat 186, Allah SWT berfirman : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya padamu (Hai Muhammad) tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran“.

Seorang ulama dan ahli hikmah memberi nasehat : “Yakinkan hati bahwa Allah telah menjanjikan bahwa Dia sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Disini, keyakinan kita kepada-Nya menjadi kunci mutlak untuk dikabulkannya doa. Doa adalah pupuk yang bisa membuat tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik dan mantap, tanamannya adalah ikhtiar optimal. Jadi siapapun jangan bermimpi mendapatkan buah yang ranum, baik dan bermutu apabila tanamannya tidak ditanam. Artinya, jangan menghayalkan doa akan diijabah dan permohonan dikabulkan, bila ikhtiarnya tidak optimal.”

Ada yang berkomentar : “Sudah sering saya berdoa, tapi kenapa ya, Allah belum juga mengabulkan doa saya?” Ibn Ath-Tha’illah dalam kitabnya Al-Hikam antara lain berkata : “Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah, tapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta dan berakibat kita mengubah diri, maka Allah akan memberi apa yang kita minta. Karena sebetulnya doa itu adalah pengiring agar kita bisa mengubah diri kita. Jika kita tidak pernah mau mengubah diri kita menjadi baik maka tentu ada yang salah dengan permintaan kita “.
Satu ketika Rasulullah SAW memberi contoh tentang doa yang tidak diijabah oleh Allah SWT. Kata beliau : “Ada seorang lelaki yang berlayar jauh hingga rambutnya kusut dan kotor. Orang itu lalu mengangkat kedua tangannya ke langit (seraya berkata), ‘Ya Tuhan, ya Tuhan’ (ia bermohon), sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan (badannya) dengan barang haram, maka bagaimana yang demikian itu akan dikabulkan“ (HR. Bukhari–Muslim).
Diriwayatkan, “Suatu ketika sahabat Sa’ad bin Abi Waqas meminta kepada Rasulullah SAW, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah Anda kepada Allah supaya Dia menjadikanku orang yang selalu dikabulkan bila berdoa.’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Wahai Sa’ad! Bersihkan dulu perutmu (dari konsumsi barang haram) pasti engkau menjadi orang yang selalu terkabul doamu’. Demi Allah, orang yang menelan sekepal saja barang haram di perutnya, doanya tidak akan diterima selama 40 hari 40 malam. Dan siapa saja yang badannya tumbuh dari barang haram serta riba, maka nerakalah yang lebih pantas menerimanya“ (HR.Ibnu Mardawaih).
Khalifah Umar bin Khattab RA memasuki masjid di luar waktu salat 5 waktu. Didapatinya sekelompok lelaki sedang berdoa. Umar bertanya : “Apa yang sedang kalian kerjakan?“ Diantaranya menjawab : “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bertawakal kepada Allah SWT “. Mendengar jawaban demikian Umar menegur: “Kalian adalah orang-orang yang malas bekerja, padahal kalian tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak“. Kemudian Umar keluar, membeli setakar bibit dan menyerahkan kepada mereka, seraya berkata: “Tanamlah dan bertawakallah kepada Allah“.
Ada seorang ibu, ditanya oleh anaknya yang sedang sakit. “Mengapa doa ibu tidak dapat mengurangkan rasa sakit yang saya derita?“. Si Ibu sambil mengusap-usap anaknya yang sedang sakit bekata : “Barangkali Allah ingin memberi pahala lebih banyak kepadamu, karena seorang yang sedang dicoba Allah dengan penyakit berat, ia bersabar dan berdoa kepada Allah, akan diberi-Nya pahala, atau dosamu diampunkan-Nya. Bacalah doa yang kau masih hafal, ayat singkat atau mohon dengan bahasamu sendiri “.
“Berapa banyak doa yang telah kita panjatkan kepada Allah SWT, berapa banyak istghotsah digelar. Namun, kenyataannya bencana demi bencana tetap melanda, berbagai krisis tidak teratasi, dan berbagai kesulitan tak kunjung usai. Mungkinkah ini karena bangsa Indonesia sudah terbiasa dengan praktek-praktek mendapatkan harta dengan cara yang haram sehingga Allah SWT tidak mengabulkan doa kita,” demikian antara lain ujar Ummu Fathin dalam tulisannya ‘Makanan Haram‘. Wallahualam. **

Tidak ada komentar: