| | |||||||||||||||||
| Pupuk , kata itulah yang mungkin selalu berada di benak petani bila musim tanam telah tibah. Begitu pentingnya pupuk sehingga kadang-kadang dijadikan seperti gadis cantik jelita yang sedang dipingit, sulit dijumpai di pasaran, harganya pun melambung tinggi. Lalu bagaimana cara menggunakan pupuk yang bijaksana – menguntungkan ?- berikut ini diuraikan kiat-kiatnya.
Unsur hara yang diserap oleh tanaman dipergunakan antara lain untuk menyusun bagian-bagian tubuh tanaman. Jumlah unsur harayang diperlukan untuk manyusun bagian-bagian tubuh tanaman tersebut berbeda untuk setiap jenis tanaman maupun setiap jenis tanaman yang sama tetapi dengan tingkat produksi yang berbeda. Bagian-bagian tubuh tanaman tersebut bila merupakan bagian yang dipanen dan tidak kembali ke tanah maka unsur hara yang ada di dalamnya merupakan unsur hara yang hilang dari tanah.
Secara umum kebutuhan tanaman akan pupuk ditentukan oleh macam bagian tanaman yang dipanen sebagai berikut : • Tanaman yang diambil daunnya memerlukan pupuk N yang lebih banyak. Misalnya sayur-sayuran.
Akar tanaman dapat berupa akar tungang atau akar serabut. Sifat-sifat akar akan menentukan cara penempatan pupuk maupun jumlah pupuk yanga diberikan. Tanaman berakara tunggang seperti kopi, jeruk, kakao, maka pupuk sebaiknya diletakkan di dalam larikan lingkaran mengelilingi batang. Jarak dari batang disesuikan dengan tajuk tanaman. Pupuk Yang Diberikan Berdasarkan pembatannya, pupuk dibedakan atas dua macam, yaitu pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam misalnya kompos, guano, fosfat alam, dan sebaginya. Perbedaan yang mencolok antara kedua sumber pupuk tersebut adalah kadar dan kemurnian pupuk. Pupuk alam memiliki kadar relatif lebih rendah dengan kemurnian yang juga relatif rendah. Sedangkan pupuk buatan memiliki kadar dan kemurnian yang lebih tinggi. Menurut komposisi unsur, pupuk dibedakan atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Komposisi unsur pada pupuk tunggal untuk memenuhi kebutuhan tanaman dapata diatur, sedangkan majemuk lebih sukar. Pupuk majemuk umumnya digunakan pada perkebunan-perkebuanan yang sudah diketahui kahat akan beberapa hara. Dengana menggunakan pupuk majemuk ini, pengeluaran biaya untuk tenaga kerja memupuk dapat dikurangi. Bagi tanaman setahun, penggunaan lebih banyak dari pada pupuk tunggal, karena aspek-
Pupuk dapat dipakai secara baik apabila memiliki jaminan kualitas yang baik. Jaminan ini tercermin dari sifat-sifat kimia pupuk, diantaranya : • Kadar Unsur Hara - ZA dengan kemasaman 110, berarti untuk menetralkan akibat 100 kg ZA dibutuhkan 110 kg CaCO3.
Semakin tinggi IG, pupuk akan cenderung merusak biji tanaman. Oleh sebab itu untuk menghindari hal ini perlu pengolahan yang sfesifik , lebih-lebih pada musim kering dimana proses-proses pengenceran sangat kecil sekali.C. Waktu dan Cara Pemupukan Pemupukan yang tepat didasarkan pada pertumbuhan tanaman dan sifat-sifat pupuk. Bagi pupuk yang mudah larut bersifat mobil, maka cara pemberiannya diberikan secara bertahap (spilit application) seperti yang terjadi pada Urea dan KCl, lebih-lebih apabila tekstur tanah kasar. Sedangkan pupuk yang melarutnya lambat, dapat diberikan sekaligus pupuk SP36, DSP, dan ESP. Cara-cara pemupukan terdiri dari :
| |||||||||||||||||
WELCOME
Senin, 16 Februari 2009
KIAT MEMUPUK DAN JENISNYA
Kiat memupuk yang menguntungkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar