WELCOME

Senin, 16 Februari 2009

KIAT MEMUPUK DAN JENISNYA

Kiat memupuk yang menguntungkan

Pupuk , kata itulah yang mungkin selalu berada di benak petani bila musim tanam telah tibah. Begitu pentingnya pupuk sehingga kadang-kadang dijadikan seperti gadis cantik jelita yang sedang dipingit, sulit dijumpai di pasaran, harganya pun melambung tinggi. Lalu bagaimana cara menggunakan pupuk yang bijaksana – menguntungkan ?- berikut ini diuraikan kiat-kiatnya.

Paradigma pertanian tanaman pangan ke depan adalah menghasilkan bahan pangan yang lebih banyak kepersatua yang lebih banyak persatuan areal dan tetap ramah terhadap lingkungan. Dengan demikian keberlanjutan sistem pertanian tersebut dapat dipertahankan. Hal ini mengharuskan kegiatan pertanian khusunya tanaman pangan mempertimbangkan aliran bahan-bahan, terutama aliran unsur hara dan sisa pestisida.

Pemupukan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem budidaya tanaman. Pupuk dapat meringkan hasil tanaman dan juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lahan pertanian. Karena itu, diperlukan suatu metode pemupukan yang tepa agar hasil yang tinggi tetap dapat tercapai dan dampak negative dari pemupukan tersebut dapat ditekan sekecil mungkin.

Pengelolaan hara ataua pemupukan memiliki arti yang luas, tidak saja menyangkut pengertian tentang kebutuhan (dosis pupuk) yang harus diberikan kepada suatu tanaman pada jenis tanah dan lingkungan yang tertentu pula. Tetapi yang menyangkut pengertian-pengertian (1) sifat-sifat kimia dan fisik pupuk, (2) cara-cara memberi pupuk, (3) waktu memberi pupuk, (4) residu pupuk, (5) dan lain-lain yang berhubungan dengan pupuk.

Hasil-hasil uji kalibrasi pada lingkungan yang spesifik harus mampu merekomendasi berbagai aspek penggunaan pupuk agar efsiensi dan produktivitas tanaman berada pada keadaan yang optimum. Karena itu memahami berbagai aspek pemupukan secara mendalam sangat penting sebagai upaya meningkatkan penggunaan energi dalam bidang pertanian (Rachim, 1996). Berikut diuraikan secara singkat aspek-aspek yang menyangkut pemupukan.

Ada tiga hal yang saling berinteraksi dan perlu diperhatian agar pupuk yang diberikan lebih efektif dana menguntungkan. Untuk memperoleh manfaat yang cukup banyak perlu menerapkan strategi pengelolaan hara yang baik. Salah satu pendekatan yang dapat dipakai adalaha pemupukan spesifikasi lokasi (site specific Nutrient Management). Dengan pendekatan ini dapat dihindari pemupukan yang berlebihan.

Image
Gambar 1. aspek-aspek yang menentukan efektivitas dana efesiensi pemupukan.


Tanah Yang Dipupuk

Secara biologis tanah merupakan suatu sistem yang dinamis dan hidup. Aneka mikroflora maupun mikrifauna hidup didalam tanah yang mencakup aktinomicetes, bakteri,alga, fungi, nematoda, protozoa, cacing tanah dan serangga. Biodegradasi mikroba ini dan sisa-sisa tanaman secara kimia mensuplai secara besar bahan organik dan hara ke dalam tanah setiap tahun. Melalui siklus karbon, bahan organik dihancurkan dan teroksidasi secara sempurna menjadi CO2 oleh aktivitas mikroba. Mikroba tersebut memanfaatkan karbon sebagai sumber energi.

Secara alami hara yang dibutuhkan oleh tanaman dapat berasal dari tanah, bahan organik (seperti sisa tanaman yang dikembalikan ke dalam tanah), air hujan atau air irigasi. Tetapi suplay tanah tersebut umumnya tidak cukup untuk menghasilkan produksi yang tinggi. Karena itu, penggunaan pupuk mutlak diperlukan untuk menambah unsur hara yang kurang didalam tanah agara kebutuhan tanaman terpenuhi.

Setiap jenis tanah memiliki dinamika hara yang khas. Misalnya kandungan haranya berbeda-beda sehingga jumlah pupuk yang diperlukan juga berbeda. Status hara didalam tanah dapat diketahui melalui uji tanah di laboratorium. BPTP Sulawesi Selatan memiliki satu unit laboratorium yang lengkap. Pada tahun 2003 laboratorium tersebut sedang dalam proses akreditasi. Uji tanah ini telah lama digunakan secara luas di negara-negara maju untuk menentukana kebutuhan pupuk suatu tanaman.

Kemasaman tanah juga mempengaruhi pupuk yang akan diberikan. Dalam hal ini reaksi pupuk di dalam tanah perlu diperhatikan, agar tidak menyebabkan tanah menjadi lebih masam. Pada tanah-tanah tertentu juga dapat terjadi fiksasi (pengikatan) hara oleh unsur tertentu, yang menyebankan hara tidak tersedia bagi tanaman. Misalnya pada tanah-tanah dengan kandungan Al yang tinggi dapat memfiksasi P. agar pupuk yang diberikan lebih efektif dan efisien, maka daya fiksasinya ditekan, misalnya dengan pemberian kapur atau bahan organik.

Kandungan bahan organik tanah juga merupakan suatu hal penting yang perlu diperhatikan agar pupuk yang diberikan lebih efektif. Hasil pengamatan BPTP Sulawesi Selatan menujukkan bahwa sebagian besar C-organik tanah sawah di daerah BOSOWASIPILU dibawah 2 % (rendah). Hasil-hasil pengkajian menujukkan bahwa pemberian 220 kg Urea + 50 kg Za + 50 kg SP-36 + 50 kg KCl + Jerami 1-2 t/ha memberikan hasil 7,4 t gabah per ha. Sedangkan pemberian 240 kg Urea + 70 kg ZA + 35 kg SP-36 +30 kg KCl tanpa jerami hasilnya hanya 5,77 t gabah per hektar. Menurut Adiningsih (1984) jerami padi sebanyak 5 t/ha/musim dapat meningkatkan kandungan C-organik dari 2,4 % menjadi 4 %; setelah 4 musim pemberian. Selain itu kadar unsur hara pada tanah juga meningkatkan terutama K, Mg , Si, dan N. setiap panen padi apabila jerami keseluruhannya diangkut keluar dari sawah diperkirakan jumlah rata-rata 5 t/ha/musim, maka tanaman akan kehilangan 0,4 % C-organik, 0,03 % N tanah, 8,15 % kg P/ha, 42,9 kg K/ha, 15 kg Mg/ha, dan 25 kg Si/ha. Dikabupaten pangkep pemberian 5 ton jerami/ha pada padi dengan cara dibenamkan hasilnya setara dengan padi yang dipupuk dengan 50 kg KCl/ha tanpa jerami.

Tanaman Yang Akan Dipupuk

Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan tanaman dalam pemupukan adalah (a) pengunaan unsur hara oleh tanaman, (b) sifat-sifat akar.

(a). Penggunaan Unsur Hara Oleh Tanaman

Unsur hara yang diserap oleh tanaman dipergunakan antara lain untuk menyusun bagian-bagian tubuh tanaman. Jumlah unsur harayang diperlukan untuk manyusun bagian-bagian tubuh tanaman tersebut berbeda untuk setiap jenis tanaman maupun setiap jenis tanaman yang sama tetapi dengan tingkat produksi yang berbeda. Bagian-bagian tubuh tanaman tersebut bila merupakan bagian yang dipanen dan tidak kembali ke tanah maka unsur hara yang ada di dalamnya merupakan unsur hara yang hilang dari tanah.

Secara umum kebutuhan tanaman akan pupuk ditentukan oleh macam bagian tanaman yang dipanen sebagai berikut :
• Tanaman yang diambil daunnya memerlukan pupuk N yang lebih banyak. Misalnya sayur-sayuran.
• Tanaman yang menghasilkan pati atau gula memerlukan unsur N, unsur K cukup tinggi, misalnya ubi jalar, wortel, lobak, tebu.
• Tanaman yang diambil bunga, buah dan bijinya unsur N, unsur P dalam jumah banyak (untuk pertumbuhan generatifnya).


(b). Sifat-Sifat Akar

Akar tanaman dapat berupa akar tungang atau akar serabut. Sifat-sifat akar akan menentukan cara penempatan pupuk maupun jumlah pupuk yanga diberikan. Tanaman berakara tunggang seperti kopi, jeruk, kakao, maka pupuk sebaiknya diletakkan di dalam larikan lingkaran mengelilingi batang. Jarak dari batang disesuikan dengan tajuk tanaman.

Pengambilan unsur hara oleh tanaman adalah melalui pertukaran kation atau anion antara akar dengan larutan tanah atau kompleks jerapan koloid tanah. Kemapuan menukar kation atau anion dari akar berbeda untuk setiap jenis tanaman. Tanaman seperti dikotil mempunyai Kapasitas Tukar Kation (KTK) akar lebih tinggi dari pada tanaman monokotil. Tanaman dikotil menyerap kation bervalnsi dua (misalnya Ca2+) lebih banyak dari pada kation bervalesi satu (misalnya K1+). Sedangkan pada tanaman monokotil adalah sebaliknya.

Pupuk Yang Diberikan

a. Jenis-jenis Pupuk

Berdasarkan pembatannya, pupuk dibedakan atas dua macam, yaitu pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam misalnya kompos, guano, fosfat alam, dan sebaginya. Perbedaan yang mencolok antara kedua sumber pupuk tersebut adalah kadar dan kemurnian pupuk. Pupuk alam memiliki kadar relatif lebih rendah dengan kemurnian yang juga relatif rendah. Sedangkan pupuk buatan memiliki kadar dan kemurnian yang lebih tinggi. Menurut komposisi unsur, pupuk dibedakan atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Komposisi unsur pada pupuk tunggal untuk memenuhi kebutuhan tanaman dapata diatur, sedangkan majemuk lebih sukar. Pupuk majemuk umumnya digunakan pada perkebunan-perkebuanan yang sudah diketahui kahat akan beberapa hara. Dengana menggunakan pupuk majemuk ini, pengeluaran biaya untuk tenaga kerja memupuk dapat dikurangi. Bagi tanaman setahun, penggunaan lebih banyak dari pada pupuk tunggal, karena aspek-
Aspek pembiayaan belum dikaji secara mendalam, tidak seperti halnya pada perkebunan yang berorientasi pada keuntungan.


b. Sifat-Sifat Pupuk

Pupuk dapat dipakai secara baik apabila memiliki jaminan kualitas yang baik. Jaminan ini tercermin dari sifat-sifat kimia pupuk, diantaranya :
• Kadar Unsur Hara

Bagi pupuk buatan, kadar hara utama umumnya tergolong tinggi. Bagi hara N, P dan K dinyatakan seabagai persen N, P2O5 dan K2O, seperti :
Urea : 45 % N (45 kg n/ 100 kg urea), SP36: 36 % P2O5 (36 KG P2O5/100KG TSP), KCL : 60 % K2O (60 kg K2O/100 kg KCl).

• Higroskopis

Pupuk sering rusak dalam penyimpanan karena mengisap air sehingga mudah cair. Sering pula karena kekeringan, pupuk menjadi mengeras. Oleh sebab itu usaha menjaga kelembaban sesuai dengan sifat pupuk sangat penting. Untuk menghindari kelebihan penyerapan air atapun kekeringan, sering kali pupuk diberi lapisan senyawa yang menghamba penyerapan air, ataupun menguapnya iar. Urea merupakan salah satu pupuk yang mduah menyerap air.

• Kelarutan

Pupuk N dan K umumnya mudah larut dalam air, sedangkan pupuk P sebaliknya. Untuk P umumnya dibedakan atas pupuk larut dalam air (superfostat, amofos), larut dalam asam sitrat atau ammonium sitral netral (FMP) dan larut dalam asam keras (HCl 25 %).

• Kemasaman

Seringkali setelah dimasukkan ke dalam tanah pupuk bereaksi masam atau alkalis. Sifat-sifa demikian dapat dinyatakan sebagai Ekuivalen Kemasan yang berarti jumlah CaCO3 yang diperlukan untuk menetralkan sehingga reaksi-reaksi kembali ke arah semula. Pada pupuk yang beraksi basa dinyatakan sebagai ekuivalen kebasaan yaitu jumlah dari asam yang diberikan agar terjadi reaksi penetralan akibat penambahan pupuk.

Misalnya :
- ZA dengan kemasaman 110, berarti untuk menetralkan akibat 100 kg ZA dibutuhkan 110 kg CaCO3.
- Indeks Garam (IG)

Indeks ii menunjukkan kepekatan elektrolit setelah terjadi pelarutan pupuk, diukur dengan kenaikan tekanan osmotik.


Tabel 1. Contoh-Contoh Indeks Garam (IG) Pupuk

No
Pupuk
Kadar hara (%)
IG-Pupuk
1Nitrogen
NH3 anhidrous
NH4 NO3
NaNO3
NH4NO3
Co (NH4)2
(NH4)SO4
N
82,2
35.0
16.5
35.0
46.6
21.2

47.02
104.65
100.00
104.65
75.40
68.96
2
Fosfor
TSP
DAP
P2O5
48.0
53.8

10.08
34.21
3
Kalium
KCl
KNO3
K2SO3
K2O
60.0
46.6
54.0

116.16
73.63
46.06
Semakin tinggi IG, pupuk akan cenderung merusak biji tanaman. Oleh sebab itu untuk menghindari hal ini perlu pengolahan yang sfesifik , lebih-lebih pada musim kering dimana proses-proses pengenceran sangat kecil sekali.
C. Waktu dan Cara Pemupukan

Pemupukan yang tepat didasarkan pada pertumbuhan tanaman dan sifat-sifat pupuk. Bagi pupuk yang mudah larut bersifat mobil, maka cara pemberiannya diberikan secara bertahap (spilit application) seperti yang terjadi pada Urea dan KCl, lebih-lebih apabila tekstur tanah kasar. Sedangkan pupuk yang melarutnya lambat, dapat diberikan sekaligus pupuk SP36, DSP, dan ESP.
Cara-cara pemberian harus diselenggarakan pada efektivitas dan efisiensi pemupukan. Dengan demikian penggunaan pupuk secara besar disarankan, kecuali pada pertanaman dengan jarak kurang dari 30 cm.

Cara-cara pemupukan terdiri dari :

  • Side band (samping tanaman), yaitu ditugal di satu atau dua sisi tanaman
  • In the row (dalam larikan), yaitu diberikan pada jarak 5.5 cm dengan kedalaman 5 cm Top
  • Top dressed atau side dressed, yang diberikan setalah tanaman tumbuh
  • Pop up, diberikan bersamaan dengan biji yang tanam, khusus untuk pupuk IG rendah
  • Foliar application, diberikan lewat daun, khususnya untuk pupuk cair atau pupuk yang tergolong kedalam mikro elemen.
  • Fertigation, diberikan melalui air irigasi, khsususnya untuk pupuk nitrogen.

Tidak ada komentar: